127 SD di Kota Solo Kekurangan Siswa

127 SD di Kota Solo Kekurangan Siswa

127 SD di Kota Solo Kekurangan Siswa

Kendati tahun ajaran baru 2018/2019 telah dimulai, namun sebanyak 127

Sekolah Dasar (SD) di Kota Solo masih kekurangan siswa. Hal itu berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta sesuai hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Surakarta, Wahyono, pihaknya telah menerima laporan tentang jumlah siswa baru masing-masing sekolah. Dan dari 254 SD yang ada di Kota Solo, 127 diantaranya masih kekurangan siswa.
Baca Juga : Kombes Pol Ribut Serahkan Kasus Tabrak Lari Fly Over Manahan ke Penggantinya

“Terkait hal itu, bagi siswa SD warga Kota Solo yang belum mendapatkan Sekolah

dapat mengisi kekosongan kursi pada Sekolah-sekolah yang masih kekurangan siswa. Dalam satu rombongan belajar (rombel) jumlah siswa ideal, minimal 20 dan maksimal 28, namun saat ini ada sekolah yang hanya mendapatkan enam siswa baru, bahkan ada Sekolah yang sama sekali tidak mendapat siswa dalam PPDB tahun 2018, sedangkan data sementara menyebutkan ada 127 SD yang siswanya kurang dari 20 siswa,” ungkapnya, Selasa (24/7/2018).
Baca Juga : Inovasi E- Money SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo Jadi Daya Pikat Studi Banding Forum Kepala Sekolah Bekasi

Fenomena tersebut dapat menjadi bukti bahwa belum semua masyarakat termasuk

orang tua siswa benar-benar memahami tentang sistem zonasi yang telah diterapkan pemerintah. Bahkan masih ada orangtua yang tidak mau mendaftarkan putra putri ke sekolah dalam zonasinya.

“Hal ini sulit diperhitungkan, dan ini yang sulit juga. Orangtua tidak mendaftarkan anaknya ke sekolah karena merasa sistem online masih rumit. Akhirnya tidak ikut PPDB online, dan ini yang tidak bisa terlacak,” papar Wahyono.
Baca Juga : Sambut HUT ke-74, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Adakan Berbagai Lomba

Wahyono meminta kepada seluruh masyarakat untuk lebih memahami tentang sistem zonasi mulai sekarang.

“Masyarakat harus mulai mengikuti sistem zonasi mulai sekarang, sehingga di tahun tahun mendatang tidak ada lagi masalah termasuk tidak ada lagi istilah sekolah favorit, karena selama ini kualitas sebuah sekolah hanya merupakan pandangan dari masyarakat,” tukasnya. Triawati PP

 

Sumber :

http://knowledgestudio.biz/asal-usul-suku-jawa/