Kebutuhan-Kebutuhan Dasar

Table of Contents

Kebutuhan-Kebutuhan Dasar

Kebutuhaan-Kebutuhan Dasar

Manusia dimotivasikan oleh sejumlah kebutuhan dasar yang bersifat sama untuk seluruh spesies, tidak berubah, dan berasal dari sumber genetis atau naluriah. Kebutuhan ini tidak semata-mata fisiologis, tapi juga psikologis. Berbeda dengan psikoanalisis yang melihat naluri memiliki sifat kuat, tidak bisa diubah dan jahat, kebutuhan dasar merupakan inti kodrat manusia yang lemah, mudah dibelokkan dan dikuasai oleh proses belajar, kebiasaan dan tradisi yang keliru. Kebutuhan ini juga tidak bersifat jahat, namun netral, atau bahkan justru baik. Kebutuhan dasar memiliki karakteristik sebagai berikut :

  1. Ketidakhadirannya menimbulkan penyakit.
  2. Kehadirannya mencegah timbulnya penyakit.
  3. Pemulihannya menyembuhkan penyakit.
  4. Dalam situasi tertentu yang sangat kompleks dimana orang bebas memilih, orang yang sedang berkekurangan ternyata memilih kebutuhan ini dibandingkan jenis-jenis kepuasan lainnya.
  5. Kebutuhan itu tidak aktif, lemah atau secara fungsional tidak terdapat pada orang yang sehat.

Kebutuhan dasar manusia dapat diatur dalam sejenis hierarki kekuatan yang bersifat relatif, karena manusia adalah mahluk yang berhasrat. Begitu suatu hasrat terpenuhi, segera muncul hasrat lain sebagai pengganti.

  1. Kebutuhan fisiologis.

Kebutuhan manusia paling dasar, paling kuat dan paling jelas adalah kebutuhan untuk mempertahankan hidup secara fisik, seperti kebutuhan makan, minum, tempat berteduh, seks, tidur dan oksigen.Meskipun kebutuhan fisiologis ini dapat bertambah dan dapat dipilah-pilah, dikategorisasikan dengan lebih mudah daripada kebutuhan yang lebih tinggi, namun kebutuhan-kebutuhan tersebut tetap tidak dapat diperlakukan sebagai fenomena yang terpisah (misalnya, orang yang merasa lapar juga bisa merasakan kebutuhan kasih sayang atau rasa aman).

  1. Kebutuhan akan rasa aman.

Muncul setelah kebutuhan fisiologis terpuaskan secukupnya. Pada anak, rasa aman terpenuhi jika terdapat konsistensi dan kerutinan pada batas-batas tertentu. Kebebasan yang ada batasnya lebih disukai daripada serba dibiarkan sama sekali, dan hal tersebut dibutuhkan bagi perkembangan ke arah penyesuaian diri yang baik. Bagi orang dewasa kebutuhan akan stabilitas dan keteraturan lebih sedikit dan tidak berkaitan dengan soal hidup atau mati, seperti pada orang neurotik.

  1. Kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki dan kasih sayang.

Kebutuhan akan cinta kasih berbeda dengan kebutuhan seksual, meski terdang terkait dengannya. Tanpa cinta pertumbuhan dan perkembangan kemampuan manusia akan terhambat. Terhalangnya pemuasan kebutuhan akan cinta merupakan sebab utama salah penyesuaian. Cinta menyangkut suatu hubungan sehat dan penuh kasih mesra antara dua orang, termasuk sikap saling percaya. Dalam hubungan tersebut tidak ada rasa takut untuk terbuka terhadap kelemahan-kelemahan dan kesalahan-kesalahan, yang seringkali menjadi penyebab rusaknya cinta.

  1. Kebutuhan akan penghargaan.

Terdapat dua kategori kebutuhan akan penghargaan :

  1. Harga diri, meliputi, kebutuhan akan kepercayaan diri, kompetensi, penguasaan, kecukupan, prestasi, ketidaktergantungan dan kebebasan.
  2. Penghargaan dari orang lain, meliputi, prestise, pengakuan, penerimaan, perhatian, kedudukan, nama baik serta penghargaan.

Individu dengan cukup harga diri akan percaya diri, lebih mampu dan lebih produktif. Harga diri paling stabil dan sehat tumbuh dari penghargaan yang wajar dari orang lain, bukan nama harum dan kemasyhuran serta sanjungan kosong belaka.

  1. Kebutuhan akan aktualisasi diri.

Aktualisasi diri adalah penggunaan dan pemanfaatan secara penuh bakat, kapasitas-kapasitas dan potensi-potensi, sehingga dapat memenuhi dirinya dan melakukan yang terbaik yang dapat dilakukan. Kriterium negatifnya adalah ketiadaan kecenderungan-kecenerungan ke arah gangguan psikologis, neurosis dan psikosis.

Sumber : https://aziritt.net/