KESULITAN UMUM DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI

KESULITAN UMUM DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI

KESULITAN UMUM DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI

Bagi negara-negara sedang berkembang pembangunan ekonomi jelas dimaksudkan untuk meningkatkan taraf hidup sehingga sama dengan taraf hidup di negara-negara maju.Disamping itu ada karakteristik lain lagi yang menghambat bagi prkembangan ekonomi negarasdang berkembang

 A.    DUALISME EKONOMI

Hampir semua negara menghadapi sistem dualisme seperti ini

1. Perekonomian pasar(The Market Economy)

Di pusat-pusat kota,perekonomian sudah bersifat ekonomi pasar.Karena perdagangan luar negri bagi aderah pedalaman melewati kota,maka kota menjadi pusat perdagangan.Namun,kehidupan penduduk kota terutama kebutuhan makan tergantung pada daerah-daerah disekitarnya.Karena perhubungan atau pengangkutan masih cukuo sukar maka harga-harga bahan makanan menjadi mahal,sehingga meluasnya pasar ke daerah terpencil mengalami kesulitan yang berarti.

2. Perekonomian subsisten

Masih ada beberapa daerah terpencil yang hingga sekarang belum pernah mengadakan kontak langsung denagn daerah luar.Dalam masyarakatini biasanya perdagangan dilakuakn dengan barter.Didaerah ini fasilitas komunikasi kurang dan kebanyakan buta huruf serta tidak ada hasrat untuk mengubah cara hidup

3. Daerah Kantong Asing (The foreign Enclaves).

Di daerah yang masih terbelakag terkadang terdapat peruahaan asing yang sudah meggunakan teknologi yang canggih.,adanya transpportasi ,televise,dan sebagainya sehingga daerah itu sudah mengenal barang baru.

B.     ILKIM TROPIS

Alasan mengapa daerah terbalakang umunya ada didarah tropis

  1. Kurangnya usaha manusia.Ikilm panas melemahkan kegiatan manusia. Sebaliknya iklim ini membuat pohon-pohion dan buah-buah dapat tumbuh subur. Jadi manusia tidak trelalu banyak berusaha untuk memenuhi kebutuhanya.
  2. Banyak penyakit.
  3. Keadaan pertanian yang tidak menguntungkan.Ikim tropis memang membawa kesuuran,tapi karenapertumbuhan penduduk yang tcepat maka harus diadakan pengerjaan pertanian yang sistematis.Hujan yang turun terlaku banyak mengakibatkan zat-zat yang diperluka oleh tanah larut,serta hasil panen tidak lepas dari hama penyakit

 C.    KEBUDAYAAN YANG TIDAK EKONOMIS

Artinya sikap adat istiadat yang menghalang-halangi penggunaan penuh tenaga manusia untukmenaikan tara hidupnya.Jadi,tingkat hidup yang tinggi terkadang bertentangan dengan kehendak untuk mempertahankan kebudayaan atau tradisinya.

Bentuk-bentuk tradisi itu sebagai berikut :

  1. Kesilitan-kesulitan filosofis.
  2. Status social penduduk.
  3. Tidak adanya mobolitas dalam kesempatan kerja.
  4. Peranan keluarga.
  5. Cengkeraman kebiasaan.
  6. Pengunaan uang terbatas

 D.    PRODUKTIVITAS YANG RENDAH

Rendahnya produktivitas lebih banyak ditentukan oleh kualitas manusia dan sumber alam yang ada di negara sedang berkembang. Sumber-sumber alam merupakan faktor produksi seperti sifat-sifat tanah, keadaan hutan, relief tanah, sumber-sumber mineral, air hujan, jatuhnya hujan, temperatur, keadaan geografis yang menguntungkan dan lain sebagainya. Keadaan alam sekitar yang tidak menguntungkanmerupakan halangan berat bagi pembangunan, akan tetapi biasanya dapat diatasi dengan kualitas manusianya yang cukup baik.

Perbedaan kualitas antara negara satu dengan negara yang lain lebih kepada perbedaan sejarah, kebudayaan, keadaan alam sekitarnya, kesehatan dan pendidikan. Syarat-syarat yang dibutuhkan untuk terciptanya produktivitas tenaga kerja yang tinggi pada masyarakat modern adalah jika penduduk tidak duta huruf, sehat, cukup makan, kuat dan terlatih.

 E.     JUMLAH KAPITAL SEDIKIT

Di negara sedang berkembang kapital merupakan faktor produksi yang langka. Kelangkaan kapital ini dapat berarti mutlak dan dapat pula berarti relatif dalam hubungannya dengan investasi yang menguntungkan. Karena produktivitas tenaga kerja di negara sedang berkembang rendah, maka dapat diartikan pendapatan negara tersebut juga rendah, sehingga tabungan sebagai sumber pembentukan kapital juga rendah.

Rendahnya produktivitas disebabkan karena rendahnya dana kapital yang tersedia dan belum diolahnya sumber-sumber alam serta keterbelakangan penduduknya. Ketiga hal yang terakhir disebabkan oleh rendahnya tingkat investasi baik dalam bidang manusia (human investment) maupun investasi kapital (capital investment). Kemudian rendahnya tingkat investasi disebabkan oleh rendahnya permintaan akan barang-barang maupun rendahnya tingkat pendapatan ini disebabkan oleh rendahnya produktivitas.

 F.     PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Hal yang sering terjadi ialah setelah ada perdagangan dengan luar negeri, maka perekonomian negara-negara miskin menjadi tidak elastis. Sektor ekspor berkembang pesat dan semakin maju, sedangkan sektor-sektor lain dibiarkan pada tingkat subsisten dengan cara-cara produksi yang ketinggalan. Akhirnya negara ini sangat menggantungkan diri pada sektor ekspor yang berkembangan pesat. Padahal keadaan ini sangat membahayakan kestabilan, ekonomi dalam negeri dapat berfluktuasi.

Baca Juga :