komponen-komponen pembelajaran analisis

komponen-komponen pembelajaran analisis

komponen-komponen pembelajaran analisis

komponen-komponen pembelajaran analisis

Berkaitan dengan komponen-komponen pembelajaran analisis pembelajaran dapat dilakukan dengan mempertimbangkan :

  1. Siswa:

Siswa yang dihadapi LouAnne dalam kelas akademik sangatlah berbeda dengan kelas biasa. Anak-anak tersebut sebenarnya bukanlah anak yang bodoh, namun mereka telah terjebak dalam pandangan yang negative tentang hidup mereka. Lingkungan yang cenderung miskin, kumuh, penuh dengan kekerasan dan terdiri dari berbagai macam ras, membuat anak-anak tersebut telah memandang hidupnya “gagal”. Mereka juga lebih banyak tertekan dengan berbagai keterbatasan dan kerasnya hidup, dengan sedikit pendidikan dan pembimbingan yang dapat memperluas cara pandang mereka. Sehingga mereka cenderung pasrah menghadapi tekanan lingkungan, memandang pendidikan tidak dapat menolong mereka untuk menghadapi tekanan tersebut. Mereka cenderung memandang hidup mereka tidak “bernilai” . Secara umum kelas yang ditangani oleh LouAnne :

  1. terdiri dari siswa-siswa yang cukup cerdas dan mempunyai potensi yang dapat dikembangkan secara positif.
  2. mempunyai masalah sosial (behavior disorder), sebagai manifestasitidak terpenuhinya kebutuhan dasar secara penuh.
  3. membutuhkan

– ”pelayanan” khusus untuk pemenuhan kebutuhannya.

– perhatian dan bimbingan dalam ”menemukan” diri, memahami diri dan menemukan makna hidupnya.

– arahan untuk menemukan potensi khusus (keunikan) yang dimiliki sebagai ”senjata” baginya untuk mencapai aktualisasi diri, serta menggunakan konteks lingkungan yang dihadapi sebagai tantangan, bukan penghalang dalam proses learning to be.

– Bimbingan untuk menyadari, memahami dan membangun wacana, dengan kemampuan berwicaksara, untuk mendukung pengembangan potensi yang dimiliki.

  1. Guru :

Sebagai pengajar, LouAnne berusaha menerima dan memandang tingkah laku serta keadaan muridnya bukan sebagai suatu yang salah, namun sesuatu yang membutuhkan perbaikan dan arahan menuju yang lebih baik.

  1. Menerima dan menghargai sisi positif siswa sebagi titik tolak pembelajaran
  2. Menghargai kebutuhan individual tiap anak (individual differences)
  3. Mendorong anak untuk memandang hidupnya secara positif dan bermakna menuju aktualisasi diri.
  4. Melaksanakan tugas dengan tulus dan menerima keadaan siswa sebagaimana adanya, hal ini terkait pula dengan upaya menemukan arti hidupnya sendiri.
  5. Materi :

Disesuikan dengan kebutuhan terdekat anak.

  1. awal pembelajaran dimulai dengan bela diri/karate, hal ini sesuai dengan pola hidup anak yang terbiasa dengan kekerasan, sehingga mampu menarik perhatian, dan merupakan langkah awal untuk menjalin komunikasi guru-siswa dalam pembelajaran.
  2. teks puisi yang diberikan dalam pembelajaran bahasa inggris membuat anak santai dalam proses pembelajaran, hal ini sesuai dengan pola hidup anak yang ingin kebebasan, adalah memudahkan anak untukterlibat dalam setiap kali pembelajaran.
  3. materi pembelajaran selalu dihubungkan dengan konteks kehidupan sehari-hari, sehingga memudahkan anak mencerna dan mampu membangun kesadaran serta menemukan makna hidupnya.
  4. dengan materi tersebut siswa mudah memahami teks pembelajaran secara bermakna, membangun penemuan diri, secara kontekstual mengembangkan keterampilan hidup, yang mengarahkan anak untuk mengaktualisasikan diri dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Metode :
  6. Ceramah, memberikan pencerahan pada anak terhadap materi yang akan disampaikan, sehingga anak dapat menangkap arti dari materi yang disampaikan. Ini merupakan awal membangun motivasi.
  7. Tanya jawab: untuk memudahkan memahami sejauh mana pengetahuan anak terhadap materi, sebagai dasar untuk memahami kebutuhan anak lebih lanjut.
  8. Kerja Kelompok: untuk membangun kerjasama (cooperative learning), yang sangat diperlukan pada siswa yang memilikibehavior disorder.
  9. Home visit oleh guru : anak dan keluarga merasa dihargai sebagai manusia, mendapat dukungan pihak lain/keluarga, agar anak dapat diterima sebagaimana mestinya.
  10. Media :

Kumpulan puisi Bob Dylan dan Dylan Thomas yang terkait dengan konteks kehidupan anak, membantu membangun kebermaknaan dalam hidup

Baca Juga :