Konferensi Internet of Things Asia Bakal Digelar di Jakarta

Konferensi Internet of Things Asia Bakal Digelar di Jakarta

 

Konferensi Internet of Things Asia Bakal Digelar di Jakarta

Konferensi Internet of Things Asia Bakal Digelar di Jakarta

Gelaran konferensi Asia IoT Business Platform akan kembali diselenggarakan di Indonesia. Acara bergengsi ini melibatkan para pejabat pemerintah, pemimpin bisnis di sektor Internet of Things (IoT) dan Machine-to-Machine (M2M), serta perusahaan-perusahaan lokal yang ingin menjelajahi solusi pertumbuhan dan efisiensi bisnis.

Sebelum berlangsung di tanah air pada bulan Agustus mendatang, konferensi ini telah terlebih dahulu digelar di

Filipina dan Thailand. Acara ini akan terus membahas berbagai peluang dan tantangan adopsi IoT, serta menampilkan studi-studi kasus implementasi solusi-solusi di sektor ini di Indonesia dan Asia Tenggara.

Dalam keterangan resmi, Zaf Coelho, Project Director Asia IoT Business Platform, menyatakan bahwa ini adalah sebuah platform di mana para pengambil keputusan atau pemimpin teknologi di Asia Tenggara bisa bertemu dan bertukar pikiran untuk mendorong dan membangun solusi teknologi cerdas demi mengatasi tantangan bisnis dan masalah-masalah sosial.

Fokus Asia IoT Business Platform tahun ini akan berkisar tentang pertumbuhan ekosistem IoT di Indonesia. Sesi-sesi yang akan dibahas meliputi:

1. Industri IoT (IIoT)
2. Otomotif, Transportasi dan Logistik
3. Smart City (Strategi dan Pendekatan)
4. Pemerintah dan Kesehatan
5. Retail, Perbankan dan Keuangan

Agenda konferensi merupakan hasil pertimbangan dari suatu dewan kehormatan yang terdiri dari para pemangku kepentingan IoT global dari seluruh ekosistem, termasuk di antaranya Hendra Sumiarsa (Kepala Divisi M2M Indosat Ooredoo), Arifa Febriyanti (Kepala Divisi IoT XL Axiata), Bambang Dwi Anggono (Deputy Director Kementerian Komunikasi dan Informatika), Setiaji (Kepala UPT Jakarta Smart City), dan lain-lain.

Jika mengacu pada International Data Corporation (IDC), Internet of Things (IoT) di Asia-Pasifik (tidak termasuk

Jepang) diproyeksikan akan bertambah dari 3,1 miliar perangkat menjadi 8,6 miliar perangkat. Hal tersebut akan diiringi dengan pertumbuhan pasar dari US$ 250 miliar menjadi US$ 583 miliar pada periode 2015 -2020.

Dengan populasi lebih dari 620 juta jiwa, disertai dengan pertumbuhan jumlah konsumen, perbaikan infrastruktur komunikasi, serta padatnya jumlah penduduk, Asia Tenggara diprediksi akan memiliki peranan penting dalam mendorong pertumbuhan tersebut. Indonesia, dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia, diharapkan akan menjadi pemeran utama dalam pertumbuhan terbesar di Asia Tenggara.

Asia IoT Business Platform di Jakarta akan memperlihatkan nilai dan dampak ekonomi dari solusi IoT/M2M,

termasuk meningkatkan produktivitas perusahaan swasta dan publik, dan memanfaatkan TIK dan jaringan untuk meringankan permasalahan di kota-kota besar. Oleh karena itu, konferensi ini akan berfokus pada perusahaan telekomunikasi lokal, instansi pemerintah, pelaku usaha, serta para pengguna akhir.

Pada acara konferensi yang akan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 15-16 Agustus 2016 bertempat di JW Marriott Hotel ini juga akan digelar pameran yang menampilkan teknologi-teknologi terbaru dari para penyedia solusi. Lebih dari 400 peserta yang berasal dari Indonesia dan masyarakat internasional akan menghadiri acara komprehensif ini guna mempelajari adopsi dan implementasi IoT. (edk)

Sumber:

https://t.me/belajarngeblogbareng/37