Operator Selular Khawatir dengan Belanja Modal 5G

Operator Selular Khawatir dengan Belanja Modal 5G

Operator Selular Khawatir dengan Belanja Modal 5G

Gelaran Mobile World Congress (MWC) 2019 yang baru saja digelar di Barcelona

(25-28/2/2019), mengindikasikan bahwa layanan 5G sebentar lagi akan menyambangi dunia. Tiga operator di Amerika Serikat, diketahui bersaing ketat menjadi yang pertama meluncurkan layanan selular generasi ke lima pada tahun ini.

Eropa diperkirakan menjadi kiblat selanjutnya dari penggelaran teknologi 5G. Operator Jerman Deutche Telecom diprediksi menjadi yang terdepan di benua biru itu.

Di Asia, dua negara ras kuning Korea Selatan dan Jepang, juga  merencanakan peluncuran 5G pada 2019. Langkah yang sama akan diikuti oleh dua negara yang menyandang predikat sebagai pasar smartphone terbesar pertama dan kedua di dunia. China pada 2020 dan India pada 2022.

Kepastian peluncuran 5G pada tahun ini, juga dikonfirmasi langsung oleh Ericsson.

Vendor jaringan asal Swedia itu, akan mengaktifkan layanan 5G-nya secara global pada tahun 2019.

Di hadapan media dan analis pada gelaran MWC 2019, Börje Ekholm, Presiden dan CEO Ericsson menyebutkan peran 5G sebagai infrastruktur nasional yang sangat penting. Ia juga menekankan potensi keuntungan bagi para pengguna awal layanan ini.

“Kami benar-benar mengaktifkan 5G di seluruh dunia pada tahun 2019,” tambah Ekholm.

Ekholm mengatakan bahwa Ericsson telah mengumumkan kesepakatan komersial 5G

dengan 10 pelanggan penyedia layanan, serta 42 nota kesepahaman.

Perusahaan yang berbasis di Stockholm itu, bersiap meluncurkan jaringan 5G di seluruh dunia, mencakup Amerika Serikat, Eropa, Asia, dan Australia. Ekholm juga menjanjikan lebih banyak pengumuman yang akan datang.

Meski peluncuran layanan 5G hanya tinggal menunggu waktu, namun sesungguhnya operator terbilang masih gamang, terutama terkait dengan belanja modal (Capex).

 

Sumber :

https://dunebuggyforsale.org/